Selasa, 03 April 2012

GAYA dan ALIRAN SENI RUPA

SENI RUPA MANCANEGARA

Gaya atau Aliran Seni Rupa Mancanegara

Aliran atau gaya dalam seni rupa dibedakan berdasarkan prinsip pembuatannya. Kemunculan suatu gaya atau kreativitas dalam rangka mendapatkan keunikan bisa relatif bersamaan atau meneruskan gaya sebelumnya secara selaras atau bertentangan.
Aliran ataupun gaya dalam seni rupa merupakan sebuah pijakan bagi kita untuk mempelajari dan memahami seni rupa itu sendiri, tetapi bagaimana dengan lukisan Monalisa…apakah dengan berbagai warna dalam lukisannya mampu menguak senyumnya yang  penuh misteri..….??
Senyum misteri Monalisa….
Agar tidak terlalu jauh, apresiasi tentang aliran seni rupa ini dimulai dari periode Klasikisme di mancanegara yang lebih dikenal dengan Modern Art.

A.  Realisme (1800-an)

Aliran ini memandang dunia sebagai sesuatu yang nyata.     Lukisan adalah sejarah bagi zamannya. Pelukis/pembuat karya seni bekerja berdasarkan kemampuan teknis dan realitas yang diserap oleh indra penglihatannya. Fantasi dan imajinasi harus dihindari.
Namun, pada perkembangannya terjadi dua kecenderungan. Ada yang memilih objek yang bagus/enak dilihat, ada pula yang memilih objek yang jelek/tidak enak dilihat (kumuh, mengerikan). Dari aliran ini berkembang aliran ;
  • Realisme Cahaya                       :  Impresionisme
  • Realisme Baru/Sosial :  Menggunakan objek dampak industri di perkotaan
  • Realisme Fotografis :  Dikaitkan dengan keberadaan dan kekuatan untuk menyamai hasil fotografi yang sangat detail dalam menangkap objek.
TokohnyaAnnibale Carracci, Gustave Courbert, Theodore Chasseriau, Thomas Coutre
Link yang bisa kunjungi :
http://en.wikipedia.org/wiki/Realism_%28arts%29

B.  Naturalisme

Aliran ini dianggap bagian dari realisme yang memilih objek yang indah dan membuai saja, secara visual persis seperti objek aslinya (fotografis). Dalam perkembangannya cenderung memperindah objek secara berlebihan.
Tokohnya  : Rembradt, George Cole, john Constable, Luis Alvares Catalia, William Callow
Link yang bisa kunjungi :
http://en.wikipedia.org/wiki/Naturalism_%28art%29
http://en.wikipedia.org/wiki/Landscape_art

C.  Romantisme (1818)

Aliran ini mengembalikan seni pada emosi yang lebih bersifat       imajiner. Awalnya melukiskan kisah atau kejadian yang dramatis ataupun dhasyat. dalam melukiskannya, baik dari pengaturan estetika maupun aktualitas piktorialnya selalu melebihi kenyataan. Warna lebih meriah, gerakan lebih lincah, emosi lebih tegas.
Tokohnya : Theodore Gericault, Eugene Delacroix
Link yang bisa kunjungi :
http://en.wikipedia.org/wiki/Romanticism

D.  Impresionisme/Realisme Cahaya/Light Painting (1874)

E.  Ekspresionisme (1900-an)

F.  Fauvisme (1900-an)

G.  Kubisme (1907)

H.  Futurisme

I.   Dadaisme (1916)

J.  Surealisme (1937)

Aliran ini dipengaruhi oleh teori psikoanalisis Sigmund Freud yang menyatakan bahwa alam pikiran manusia terdiri dari alam sadar (dalam kontrol kesadaran/ingatan) dan bawah sadar (tidak dalam kontrol kesadaran/terlupakan).
Dalam karya aliran ini, alam nyata dan keserbabisaan mimpi terpadu, sehingga menampakkan kesan aneh atau fantastik. Selanjutnya terdapat dua kcenderungan, yaitu :

Surealisme Figuratif

Penampakannya masih realistik, meskipun tidak wajar, sehingga penguasaan teknik tetap diperlukan.
TokohnyaCarlo Carra, Gino Severini,  Giorgio de Chirico, Marc Chagall, Salvador Dali

Surealisme Abstraktif

Sudah digayakan mendekati abstrak
Tokohnya :  Joan Miro, Paul Klee, Wilfredo Lam

Link yang bisa dikunjungi :
http://en.wikipedia.org/wiki/Surrealism

1 komentar:

  1. Tolong Tuliskan Komentar ataupun Ucapan Terimakasih Bila blog ini berguna bagi Anda

    BalasHapus